Belajar Menulis, dokumentasi pemikiran perjalanan hidup.

26 October 2011

Kekasih dalam Ejaan Ijab Kabul


aku
bukan lah sosok sempurna
seperti dalil orang pintar
bahwa 'manusia tidak ada yang sempurna'

dari itu lah
aku membutuhkanmu
untuk memaknai cinta bersama-sama
untuk mengemban amanatnya menjadi sejati

kau sungguh sosok itu
seperti kemarin saat aku bercerita mawar
berduri pada batang
tapi kelopaknya sungguh indah dan wangi

kekasih
aku membutuhkanmu
untuk menuntun langkahku saat asa menyapa
untuk mengusap lelahku saat tapak tak menemukan pijak

kau menyatukan harapan
dalam bingkai itu
bingkai pertahanan yang dulu sempat rapuh
kini, kembali kekar sebagai pelindung mu dan aku

kekasih
kau lah tirai hati
membungkusnya dengan elok sebagai kado kesetiaan
tanpa ada guratan gores

perjalanan selama ini
dalam penyusuran mencari
telah menemukan teman untuk berbagi
dengan kepingan hati yang dulunya gamang
kini menjadi satu peraduan
menjadi kesatuan beradu rindu

kekasih
atasmu aku kembali merasakan rindu
atasmu aku kembali mengerti ejaan cinta
dalam kesederhanaan menjadi sempurna
dalam ikrar pertalian sehidup semati
saat kita bersanding dan bersama mengeja cinta

dalam kekhusuan simpu berikrar ijab kabul








september akhir, sebagai awalan dalam 60 hari menulis puisi 
dalam toples lembaran lama tetesan tinta

0 komentar:

Post a Comment