Belajar Menulis, dokumentasi pemikiran perjalanan hidup.

03 September 2010

TEKANAN HIDUP MERANGSANG KREATIVITAS DAN PRODUKTIVITAS

tekanan dan permasalahan merupakan hal yang tidak pernah disukai oleh banyak orang. semua selalu berharap agar senantiasa dapat terhindar dari kedua hal tersebut, setidaknya dapat mengatasinya jika memang tekanan tetap muncul dalam kehidupan dan permasalahan setia hadir diantaranya. hal tersebut tidaklah salah, karena itu merupakan sebuah respon yang normal. yang patut ditekankan adalah cara mengemas bentuk penyelesaiannya atau benteng antisipasi akan tekanan dan permasalahan tersebut. dalam pandangan psikologi, tekanan dan permasalahan merupakan sebuah setimulus yang dapat menuntun pada kedewasaan dan pembentukan kreativitas manusia itu sendiri. dengan kata lain, ada manfaat yang dapat diambil dari kedua hal tersebut, yakni menjadikannya sebagai stimulus dalam menjalani kehidupan.
karena sebuah tekanan yang sering kali menciptakan banyak keluhan-keluhan sebenarnya mampu dijadikan sebagai motivasi dalam menggali potensi diri. tekanan itu lah yang nantinya akan melahirkan kreativitas diri atau lebih tepatnya menjadikan manusia itu menjadi sempurna, memang tidak ada manusia yang sempurna, setidaknya mendekati kesempurnaan tersebut. karena kesempurnaan itu relatif, yakni merupakan sebuah upaya memaksimalkan potensi yang ada dalam diri, atau sebuah batas maksimum kemampuan seseorang dalam menggali potensi diri. dan tekanan sering kali menjadi pendongkrak dalam pencapaian batas maksimum tersebut.

dalam hal tersebut tentu memiliki sebuah rahasia yang harus dicermati untuk dapat menaklukan tekanan dan permasalahan dalam kehidupan. yakni selalu mempertahankan harapan dan optimisme hidup, pikiran positif dan kegembiraan jiwa, obsesi kemenangan dan semangat perubahan. semua itu harus tersimpan rapih dalam diri yang tidak akan tersentuh oleh apapun, termasuk tekanan dan permasalahan dalam menjalani kehidupan. rahasia itu lah yang dimiliki para tokoh-tokoh terdahulu. seperti Sayyid Quthb yang mampu menyelesaikan Tafsir Fii Dilalil Qur'an didalam penjara. atau Ibnu Taimiyah yang telah banyak menciptakan bukunya didalam penjara, dan lain sebagainya.

yang pasti mereka itu lah yang mampu memelihara kuci-kunci tersebut didalam dirinya dengan rapih dan teguh. dan mereka itulah yang menjadikan tekanan dan permasalahan dalam hidup menjadi seni tersendiri dalam menikmati kehidupan. dan itu juga yang membuat mereka selalu tersenyum dalam kesedihan, selalu tampak santai dalam kesibukan, tenang dibawah tekanan, bekerja dalam kesulitan, optimis didepan tantangan, dan selalu bergembira dalam segala situasi.
itu lah kenapa dalam pandangan psikologi tenanan itu merupakan sebuah stimulus, pendongkrak potensi diri yang terpendam jauh dalam diri. karena tekanan yang mampu merangsang munculnya kreativitas, serta menjadikan diri lebih produktif.

0 komentar:

Post a Comment