Belajar Menulis, dokumentasi pemikiran perjalanan hidup.

07 March 2011

Mengenal Tuhan dengan Konsep Sederhana

sadar atau tidak sadar, namun harus disadari bahwa kadang kesadaran itu butuh penyadaran. pernah dengar konsep paksaan akan melahirkan suatu kebiasaan, dan kebiasaan akan mampu menciptakan kebutuhan (rasa membutuhkan). bayangkan, jika konsep tersebut diterapkan dalam hal kebaikan sebagai bentuk kita lebih mengenal Tuhan, tentu dengan mengharapkan ridlo-Nya, sebuah bentuk usaha yang mulia bukan??melakukan perbuatan baik menjadi sebuah kebutuhan, subhanallah luar biasa jika mencapai tahap tersebut. sepintas konsep tersebut memang sangatlah sederhana, namun untuk mengaplikasikannya tidaklah sesederhana itu, terlebih lagi dalam hal kebaikan yang didasari sebagai wujud mendekatkan diri dan mempasrahkan jiwa terhadap kebesaran Tuhan. pasti perlu kerja ekstra dalam berusaha mewujudkan hal tersebut.

tapi tunggu dulu, jangan pesimis tidak mampu melakukannya sebelum mencoba, menyerah sebelum perang bukan lah wujud dari jiwa-jiwa pahlawan, apalagi putus asa terhadap suatu keadaan. bukan hanya akan dibilang pengecut, tapi juga itu merupakan hal yang dibenci Tuhan. na'udzubillah....

kadang dalam sebuah tindakan yang akan kita lakukan sering kali kita mengatakan pada diri kita kita sendiri bahwa Tuhan itu Maha Segalanya, termasuk Maha Memaklumi. termasuk pada tindakan-tindakan yang mungkin itu tidak terlalu disukai sama Tuhan, dengan alasan keadaan yang mendesak dan lain sebagainya maka asumsi bahwa Tuhan itu Maha Memaklumi muncul. padahal logika kita belum tentu mampu merasionalkan seberapa Tuhan memaklumi terhadap tindakan kita itu. karena jelas logika kita sangat tidak mungkin bersanding dengan logika Tuhan. kita bukan apa-apa dan tidaklah ada apa-apanya, karena kita hanyalah hamba yang wajib mengimaniNya.
banyak terdapa dalam surat Tuhan, yang berisi anjuran terhadap kita semua untuk melakukan hal-hal baik dan mencegah kemunkaran. dan itu berarti menjadi kewajiban kita untuk melakukannya, minimal mengusahakannya. namun disisi lain kita sangat menyadari akan keberadaan virus malas yang kerap kali menjelma dalam diri kita, virus yang hampir dimiliki oleh semua umat manusia terkecuali mereka yang memang istimewa dihadapan Tuhan. karenanya konsep ini patut diusahakan dalam tataran menjalani kehidupan, tentu untuk mengangkat derajat kita semua dihadapanNya. karena malas itu akan sedikit terkikis oleh paksaan, tentu memaksakan diri dalam melakukan hal-hal yang menjadi ajaranNya (hal yang pasti baik). ketika melakukan hal-hal yang baik sudah menjadi kebiasaan dan bahkan kebutuhan, maka disitulah pencapaian tahap kenikmatan mengimaniNya, merasakan kedekatan yang benar-benar dekat dengan Dia, mampu mencapai kecintaan yang luar biasa dahsyat diantara cinta apapun.

0 komentar:

Post a Comment