Belajar Menulis, dokumentasi pemikiran perjalanan hidup.

06 October 2011

Bisik Hati dalam Do'a


pijakan ini mulai rapuh
terpudar berlahan genggaman
mengawang bersiap tersungkur
terjatuh pada gelap

harapanku seperti angin
tak tersentuh
namun nyata terasa
genggaman melemah
lunglai memudarkan kepal


kosong, kosong, kosong
kosong tanpa sesuatu mengisi
sedang isi lah yang menjadi harapan
dalam genggaman itu

"ini salah"
aku berteriak dalam tak berdayaan
"ini tak boleh terjadi"
kata penyadaran diri dalam paksa
terlahir berdasar ketakutan jiwa
takut yang luar biasa

gelisah, gundah
hati berbisik lirih mengungkap tanya
"apakah ini syirik??"
jika jiwakku takut

takut melihatnya meneteskan mahkota
dalam butiran air mata
namun bukan aku
yang mampu mencipta bahagia
dalam catatan hidupnya

hanya berharap untuknya
tetap tersenyum menyambut dunia
dengan cintanya, kasihnya
dan do'a serta cintaku
dari kejauhan sudut penat







september akhir, sebagai awalan dalam 60 hari menulis puisi 
dalam toples lembaran lama tetesan tinta

0 komentar:

Post a Comment