Belajar Menulis, dokumentasi pemikiran perjalanan hidup.

13 July 2011

Kesalahan Orang Saat Membaca

menulis adalah sebuah aktivitas pengembangan dari hasil kerja fikiran setelah melalui proses penyerapan wawasan ataupun wacana yang diperoleh. termasuk hasil dari membaca, baik itu membaca buku-buku bacaan, pelajaran, bahkan membaca sebuah keadaan sosial. karena itu menurut saya tidak ada alasan yang tepat ketika seseorang mangatakan 'tidak bisa menulis'. karena hampir semua manusia telah terlatih tulis-menulis sejak kecil, terlebih bagi sebagian yang notabennya beruntung (dapat menikmati pendidikan) tentu lebih banyak berlatih menulis, entah dalam bentuk apapun itu.

karena kedekatannya antara menulis dan membaca, maka hasil tulisan biasanya sangat tergantung dari apa yang penulis baca. karena itu banyak-banyaklah membaca, apapun itu yang dibaca. bahkan dalam islam pun wahyu pertama kali yang turun kepada nabi adalah 'iqra' yang artinya bacalah. tentu hal ini tidak terbatasi oleh bacaan-bacaan buku saja, karena secara pengembangan berfikir manusia realitaspun perlu kita baca.

kenapa membaca menjadi penting??khusunya bagi para penulis ataupun yang berkeinginan menjadi penulis seperti saya ini. seperti yang sudah kita bahas diatas, bahwa menulis tidak bisa terlepas dari kegiatan membaca, karena apa yang biasa kita tulis tidak terlepas dari apa yang kita baca. baik itu buku-buku pengetahuan, fiksi, pelajaran, bahkan realitas. karena sejatinya menulis merupakan aplikasi pemikiran kita khusunya dalam penyampaian pesan ataupun hal lainnya pada umumnya.

ada beberapa poin yang harus dihindari oleh penulis pemula seperti saya ini, khusunya dalam lingkup membaca.

  • pilih-pilih
pilih-pilih dalam artian disini, hanya membaca buku-buku tertentu (membatasi diri). misalnya hanya membaca buku-buku fiksi saja, atau buku-buku sejarah saja. justru ketika diri kita membatasi bahan bacaan kita itu akan membuat sebuah kemandegan wawasan, jalan ditempat, dan tidak ada perkembangan dalam tulisan kita. percayalah semua pengetahuan itu memiliki kadar kebagusan bagi cara berfikir kita, semakin variatif yang kita baca, maka apa yang akan kita tulis juga semakin variatif.

  • setengah-setengah
selain pilih-pilih dalam membaca buku, hal selanjutnya yang lebih baik jangan dilakukan adalah setengah-setengah. artinya ketika kita membaca sebuah buku jangan setengah-setengah, karena hal itu bisa membahayakan pemahaman kita terhadap seluruh isi buku yang kita baca. bisa-bisa kesimpulan yang kita ambil nantinya melenceng jauh. karena itu jika kita membaca sebuah buku akan lebih bagus jika kita membacanya hingga akhir, dari sampul depan hingga sampul belakang.

  • hanya ketika ada tugas
yang ketiga ini juga tidak kalah ironis, biasanya ini terjadi dikalangan pelajar/mahasiswa. yang hanya membaca ketika ada tugas makalah ataupun lainnya. jadi membaca hanya terpaku sebagai refrensi tugas saja, bukan sebagai refrensi mengembangkan pengetahuan kita.

  • enggan mengulang
kadang kita jumpai ketika membaca sebuah buku ada beberapa poin yang mungkin kita sukar untuk memahaminya, lalu kita enggan mengulanginya bahkan menutup buku tersebut dan enggan membukanya kembali. hal ini juga kurang baik buat diri kita. artinya ketika kita menemukan beberapa point yang memang kita anggap sukar untuk difahami, lebih baik kita ulangi beberapa kali hingga kita dapat sedikit memahaminya. jangan pernah bosan dan putus asa. terus ulangi dan ulangi hingga benar-benar faham.

  • malu bertanya
jika dalam point sebelumnya tadi kita sudah mengulang berkali-kali, namun tetap tidak faham dengan apa yang sedang kita baca, maka jangan pernah malu untuk bertanya pada orang lain yang dianggap lebih tahu atau sudah mengetahui. 

  • hanya mencoret buku dengan tgl pembelian dan nama pemilik
dengan alasan orang rajin dan sebagainya, sehingga mengharamkan diri untuk mencorat-caret buku kecuali tanggal pembelian dan tanda tangan pemilik. nah, hal ini lah yang sebenarnya keliru. dengan alasan menjaga kebersihan buku kita tidak mencorat-caret buku. memang disisi lain itu bagus, dalam artian cora-caret yang memang tidak penting. namun corat-caret disini adalah sebuah tanda ataupun hanya sebatas untuk lebih memudahkan kita memahami apa isi dalam buku tersebut. misalnya memberi tanda pada point-point tertentu yang kita anggap penting. terserah dengan apakah kita akan menandai, stabilo atau garis bawahi dengan pena. tergantung selera, yang terpenting kita bisa menandainya. selain memudahkan kita juga untuk melatih fikiran kita untuk terus berkembang dan berkembang. misalnya lagi, kita bisa memberi komentar terhadap point yang sudah kita tandai tadi sebagai bentuk latihan berfikir kita dalam menanggapi sebuah pendapat orang lain.

2 comments:

  1. membaca merupakan tumpuan sebelum melompat pada tumpukan abjad, membaca merupakan bentuk pengisian ruang kosong pada akal kita.
    dan menulis adalah penuangan yang ada dalam ruang akal setelah pengisian melalui membaca.

    ReplyDelete
  2. semoga budaya membaca tak kan hengkang dari cerita kehidupan bersama....
    dan kita akan terus menikmatinya, baik itu sebagai ritual wajib sebelum jemari menggoreskan tinta pada lembaran-lembaran makna ataupun sebagai bentuk pengisian ruang akal untuk bentuk tabungan menjalani hidup....

    semoga....

    ReplyDelete