Belajar Menulis, dokumentasi pemikiran perjalanan hidup.

28 April 2013

Tentang Persahabatan


[menulis]Persahabatan merupakan sebuah hubungan yang berlandaskan ketulusan, bukan keterpaksaan, ataupun sebuah dalih untuk mengatasnamakan cinta, karena cinta dan kasih sayang pasti ada didalam persahabatan. Sangat disayangkan jika persahabatan ternoda hanya karena mengedepankan ego demi kepentingan sendiri, tentu al-hasil bercak noda perselisihan pun bakal terlahir dalam kisah cerita persahabatan.

Dalam kehidupan tentu kita sering mendengar sebuah hubungan persahabatan, namun perlu dipertanyakan kembali jika kita melihat kata-kata persahabatan dalam kehidupan sekarang, karena sebenarnya banyak yang baru mencapai tahap pertemanan bukan persahabatan.

Realitasnya pun banyak yang sebenarnya memiliki misi tertentu kemudian mengatasnamakan persahabatan, hal seperti ini biasanya terjadi pada persahabatan lawan jenis. Mereka sebenarnya hanya menjadikan persahabatan sebagai wadah ajang penyalur hansyrat mereka masing2, yach. . .tentu ini merupakan segelincir kasus dari kisah persahabatan, dalam artian tidak semua hubungan persahabatan memiliki misi seperti itu. 

Dalam sebuah persahabatan juga sering kali terjadi kecemburuan, layaknya dalam kisah sepasang kekasih. Sebagian besar mereka memiliki pandangan bahwa dalam kisah persahabatan harus selalu bersama, setiap pergi pun harus selalu bersama tanpa ada yang ketinggalan tidak ikut.

Hal seperti ini yang sering kali menjadikan sebuah awal perselisihan dalam kisah persahabatab zaman sekarang. Padahal, dalam sebuah hubungan persahabatan sangatlah berbeda dengan selayaknya hubungan sepasang kekasih, dalam persahabatan hanya membutuhkan ketulusan dan saling mengerti, serta saling menghargai satu sama lain.

Sama sebenarnya dengan hubungan hidup bermasyarakat pada umumnya, hanya saja hubungan persahabatan disatukan sama kecocokan atau kesamaan, misalnya memiliki kecocokan dalam hal hoby, sehingga mempunyai pandangan bahwa ada kesamaan yang membuat nyaman saat bersama, tentu banyak lagi kesamaan ataupun kecocokan yang melatar belakangi sebuah hubungan persahabatan. Namun kesamaan yang sering terjadi untuk melopori sebuah hubungan persahabatan adalah sikap serta ideology, ataupun sifat satu sama lain, sehingga sering kali melahirkan perkumpulan-perkumpulan kemudian terjalin sebuah persahabatan, bahkan sebuah ikatan persaudaraan atau keluarga.

Misalnya banyak yang memiliki kecocokan dalam hal kesenangan, seperti sama-sama suka nongkrong ataupu yang lainnya. Namun sebuah persahabatan yang paling membanggakan adalah sebuah persahabatab yang memiliki banyak perbedaan, tetapi bersatu dalam persahabatan. Karena jika dalam hal ini pastilah hubungan tersebut berlandaskan ketulusan serta keikhlasan dan juga saling melengkapi kekurangan satu sama lain.

Dengan kata lain mampu berbagi kelebihan masing-masing diantara mereka. Al-hasil pun terjalin lah sebuah hubungan yang memiliki manfaat bagi menjalaninya, tentu persahabatan yang seperti ini sangatlah jarang ditemui dalam realitas sekarang, kecuali dalam sebuah organisasi-organisasi yang kemudian melahirkan kecocokan dalam sudut pandang, sehingga terjalin sebuah hubungan yang sangat dekat bahkan seperti saudara. Tentu jika dalam persahabatan sebuah organisasi, terjadi karena ada faktor yang kuat untuk menyatukan dalam kedekatan yakni ideology organisasi yang ada.


Sangat banyak memang faktor-faktor yang melahirkan sebuah hubungan persahabatan dalam realitas sekarang. Namun sangatlah disayangkan bagi kelompok-kelompok tertentu yang mengatas namakan persahabatan yang sebenarnya hanya akan menjadikan penyalur kepentingan-kepentingan tidak baik. Ingat persahabatan sebenarnya hanya membutuhkan tiket ketulusan dan saling menghargai satu sama lain dan tentunya saling mengerti.

Dapatkan tiket tersebut dalam hati nurani yang paling dalam, karena hanya disitu tiket ketulusan itu ada bukan pada ego ataupun hasyrat masing-masing individu. Menelaah Tentang Persahabatan bukan hanya sekedar teman ataupun perkumpulan suatu kelompok saja. Melainkan jauh lebih dari itu.

0 komentar:

Post a Comment