Belajar Menulis, dokumentasi pemikiran perjalanan hidup.

10 February 2014

Dari Memedi Sawah Hingga Memedi Tani

Dari Memedi Sawah Hingga Memedi Tani


 "dia menyerupa manusia, hanya saja tulang dan dagingnya tersusun dari jerami dan sampah. pembungkusnya hanya pakaian bekas. panas adalah kehariannya, hujanpun tidak mempengaruhinya. ia hanya kokoh berdiri mengusir siapapun yang mendekati pertanian tuannya. ia adalah Memedi Sawah.

Memedi sawah merupakan suatu benda yang biasa digunakan para petani untuk mengusir hama, seperti burung, belalang dan lain sebagainya. Bentuknya lebih sering menyerupai orang, yang dibuat dari jerami dan dikasih pakaian selayaknya manusia. Karena bentuknya inilah memedi sawah kemudian juga dikenal dengan sebutan orang-orangan sawah. Keberadaan memedi sawah dianggap cukup membantu para petani dalam menjaga pertaniannya (biasanya padi) dari serangan hama, karena memang dianggap tidak memungkinkan ketika petani harus stay di sawah setiap saat. Sementara ketika sampai gagal panen, dipastikan petani akan mengalami kerugian yang tidak sedikit.

Secara pemahaman sederhana, memedi sawah terlahir dari kreatifitas petani dalam upaya mempertahankan pertanian mereka agar tidak gagal panen akibat serangan hama. Lantas apa maksud dari kalimat "Dari Memedi Sawah Hingga Memedi Tani". Sebenarnya kalimat tersebut saya dapatkan dalam forum rembug tani sekitar akhir tahun 2013 lalu di Yogyakarta. Dalam forum tersebut banyak pendapat bagaimana agar pertanian di Indonesia mengalami kemajuan, atau seberapa besar pertanian mampu meningkatkan perekonomian masyarakat miskin. Kemudian bagaimana agar "identitas petani" tidak mengalami krisis kepercayaan dari masyarakat, khususnya generasi muda.

Rendahnya prosentase kesejahteraan petani, sedikit banyaknya mempengaruhi paradigma masyarakat untuk mengubah nasibnya. Ada banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut, baik dari wilayah internal maupun eksternal, dari mahalnya ongkos produksi yang tidak sebanding dengan harga penjualan hasil produksi. Kondisi yang demikian itu kemudian membuat masyarakat petani lebih memilih untuk meninggalkan lahan pertaniannya dan pergi merantau ke wilayah lain. Al-hasil tingkat populasi diperkotaan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dan menimbulkan berbagai efek, baik positif maupun negatif.

Selain itu, kisaran sepuluh tahun terakhir nampaknya juga cukup jelas adanya peningkatan kasus/ persoalan yang menyentuh wilayah pertanian (agraria). Entah itu yang bersangkutan dengan perusahaan maupun dengan pemerintahan secara langsung. Peningkatan kasus-kasus tersebut sedikit banyaknya juga mempengaruhi terhadap kemajuan pertanian ini. Bahkan maraknya kasus-kasus perampasan itulah yang kemudian melahirkan kalimat "Dari Memedi Sawah Hingga Memedi Tani".

Sementara diatas sudah saya paparkan apa dan bagaimana peran memedi sawah dalam sektor pertanian yang memiliki skup kecil. Maka secara umum juga sama, bagaimana "memedi tani" mampu mengusir hama-hama yang dapat mempengaruhi keberlangsungan kaum tani itu sendiri. Apapun bentuk hama yang akan menyerangnya, serta seperti apapun wujud dan peran memedi tani itu sendiri. Namun yang pasti secara subtansi sama, yaitu bagaimana agar kaum tani ini mampu mempertahankan lahan ataupun alat produksi guna keberlangsungan pertanian mereka.

Memedi Tani

Dengan meningkatnya angka perampasan lahan pertanian, tentu saja hal itu membuat para kaum tani harus menyiapkan memedi tani. Karena pada prinsipnya memedi tani ini juga merupakan hama yang bisa menyebabkan gagal panen, bahkan parahnya lagi hilangnya alat produksi (dalam hal ini lahan pertanian). Inilah yang membuat saya menganggukan kepala pada saat itu, bagaimana semangat para petani (kenyakan usia lanjut) saat itu sangat membara. Bertani, bertani dan bertani.

Semoga Memedi tani ini memang bisa menjadikan alat pengusir para hama perampas lahan, seperti halnya memedi sawah yang sudah banyak bertengger di sawah-sawah perkampungan. Selain itu, keberpihakan pemerintah harusnya juga lebih jelas terhadap kaum-kaum tani. Bukan malah menjadi penentu legalitas terhadap maraknya perampasan lahan pertanian.

Sekian dulu dari saya, semoga tulisan "Dari Memedi Sawah Hingga Memedi Tani" ini. Semoga dapat memberikan manfaat bagi para pembaca sekalian, terimakasih salam tani dan Happy Blogging. 


6 comments:

  1. Hai, postingan yang bagus. Ijin blogwalking ya :-)
    Ada info lomba seru nih, kamu bisa cek ini dan ini
    Makasih sebelumnya :)

    ReplyDelete
  2. wah aku malah baru tau kalo istilah orang-orang sawah itu memedi tani dan memedi sawah :)
    nice post kak B)

    Mohon bantuannya kak :)) http://fandhyachmadromadhon.blogspot.com/2014/02/mengenal-kampung-fiksi.html :D makasih. Salam anak muda! X)

    ReplyDelete
  3. @putri: iya putri, monggo-monggo...sori nie rumah berantakan. hahaaa

    ReplyDelete
  4. @fandy: waaah makanya main mas sini ke kampung, biar tahu.. hheee

    siap meluncur ke TKP langsung nie, pake pertamax pokoknya :D

    ReplyDelete
  5. gua kira memedi itu kayak setan gitu. taunya penunggu sawah.
    bener sih, sekarang anak muda, termasuk juga gua. jarang bgt yg mau jadi petani

    ReplyDelete
  6. Arman: hehee ya begitulah gan, ane sendiri kadang malesnya minta ampun kalau mau ke sawah :D

    ReplyDelete